Sangat sulit untuk mencari Flex Developer pada saat ini. Terutama sekali disebabkan umur Teknologi Flex masih sangat muda.
Bagi
anda yang belum pernah mendengar tentang Flex bisa saya jelaskan
sedikit, Flex adalah aplikasi framework opensources yang berguna untuk
pembuatan Rich Internet Application (RIA). Aplikasi ini berjalan di web diatas platform Flash Player, atau bisa juga berjalan di desktop diatas platform Adobe AIR.
Terminologi
RIA sendiri sudah santer beberapa tahun sebelum tahun 2000, saya tidak
bermaksud panjang lebar tentang RIA dan penjabarannya dalam bahasa
Indonesia. Juga tidak menuliskan lebih dalam tentang Flex. Anda bisa
mencari lebih lanjut tentang teknologi Flex ini lewat search engine.
Secara keseluruhan Framework Flex dianggap powerful dalam pengembangan aplikasi web dan mudah pakai untuk segi "user experience" yang menjadi standar dalam industri Web 2.0.
Mempelajari
Flex sangatlah mudah bagi developer/programmer aplikasi yang berasal
dari Java, C#, C++, VB, Delphi dan dari bidang pemrogramman lain yang
terbiasa dengan konsep component/class.
Kunci dari kemudahan itu
lebih disebabkan karena developer yang sudah terbiasa dalam
pengembangan berorientasi object / class/ component akan lebih mudah
memahami konsep Framework Flex yang sejatinya merupakan kumpulan object
/component dalam satu package raksasa framework actionscript yang
berjalan di Flash Platform.
Seiring dengan kedewasaan web yang bergerak menuju era Web 2/3.0, RIA dan SOA (Services Oriented Architecture), Flex menjadi salah satu kandidat (lainnya JavaFX, GWT, Silverlight Platform) yang semakin diminati dipasar masa depan.
Permintaan
yang meningkat pesat dalam waktu singkat terhadap developer Flex tidak
diimbangi dengan tersedianya developer Flex dalam jumlah yang mencukupi
menyebabkan developer Flex yang berpengalaman masih sulit dicari.
Hal
ini menyebabkan adanya pergerakan dalam jumlah luar biasa dari
developer Java yang memperluas keterampilannya ke teknologi ini. Bisa
diperhatikan di pasar dunia (terutama Amerika) banyak perusahaan besar
yang lebih memilih mencari developer Flex yang mempunyai riwayat bagus
dalam skill Java.
Kebanyakan developer Java berpendapat
mempelajari Object Oriented di Actionscript dan UI markup language
(MXML) seperti ber-rekreasi di taman baru. Kalaupun ada tantangan yang
muncul (bagi mereka) adalah dalam urusan design. Karena developer
bahasa Java, C# dan bahasa Object Oriented lainnya adalah murni
developer dan untuk urusan design, animasi di Flash merupakan hal lain
bagi mereka. Tetapi dengan teknologi di Flex ini memungkinkan kedua
skill tadi menjadi saling berkaitan erat.
Terdapat jutaan
developer Flex saat ini tapi masih belum mencukupi kebutuhan pasar.
Keadaan ini persis sama yang dialami Java diakhir 90-an. Sehingga
komunitas Flex dunia perlu memenuhinya dengan merekrut tenaga siap
pakai yang berasal dari bidang lain, salah satu caranya dengan porting
kemudian mengajak mereka mempelajari Flex. Kira-kira terdapat 5-10 juta
developer diluar sana yang pantas menjadi kandidat. Kemudian membuat
team Flex yang mantap ditempat anda.
Bila anda sudah merasa
cukup sebagai Flex Developer yang berasal dari Actionscript Coder /
Flash Developer dan sudah siap masuk ke medan ini perlu anda perhatikan
beberapa fakta :
"Kebanyakan Team - team besar Flex Developer bukan berasal murni dari komunitas Flash."
Contohnya Buzzword Virtual Ubiquity.
Team ini tidak mempunyai pengalaman sama sekali di Flex apalagi di
Flash. Kebanyakan mereka developer tangguh di C dan C++ untuk
pengembangan aplikasi desktop. Nasib mereka berawal dari kenekatan
porting ke Flex sewaktu Flex 2 masih Beta 2. Berawal dari sekedar
menulis prototype aplikasi editor document, kemudian memantapkan diri
mengembangkan
sebuah editor dokumen online lengkap. Saat ini team
mereka adalah salah satu yang terdepan dalam penerapan Flex. Ini
ditunjang oleh pemahaman dan pengetahuan yang sangat mendalam dan
berpengalaman di bidang Object Oriented Development.
Kemudian Yahoo Web Messenger,
team ini juga tidak mempunyai pengalaman sama sekali di Flex / Flash
sebelumnya. Tetapi aplikasi instant messenger di web yang dikembangkan
berasal dari Yahoo Messenger yang di-porting ke protokol
flash.net.Socket di Actionscript 3.0.
Masih banyak lagi seperti Farata System, Cynergy System, Google Map API,
Twitter dan lainnya yang digawangi orang-orang yang sudah matang
sebelum menyeberang ke Flex. Kuncinya adalah mereka sudah sangat paham
tentang Design Pattern dan
skill lainnya yang diperlukan untuk mempelajari Flex, juga terdapat
faktor penting lain yaitu keterampilan dan pengalaman-pengalaman
tertentu yang sulit diajarkan langsung dan cuma bisa didapatkan di
proyek nyata selama bertahun-tahun sebelumnya.
Bila anda merasa
sangat tertarik di Flex dan Flash Platform, dan ingin berkiprah total
di bidang ini, paling tidak ada beberapa yang perlu diperhatikan :
Pengembangan Component,
paling tidak anda sudah terbiasa berurusan dengan pembuatan component
di Flex, karena sebagian besar bergaul di Flex melulu ke component.
Biasakan akrab dengan createChildren(), commitProperties(), measure(),
updateDisplayList() sampai ke urusan packaging swc, dan lain-lain.
Desktop Application Development,
ini tidak perlu geek banget, tapi setidaknya anda sudah tahu kalau Flex
sebagai applikasi RIA mampu menyiapkan diri pada keadaan
online/offline. Desktop Development sedikit banyak juga diperlukan
dalam pengembangan Aplikasi AIR.
OOP Skills - Classes, Interface, Composition, Inheritance, hierarki Object di Flex termasuk DisplayObject dan Container.
Development/ Design / Architecture Pattern, Konsep Framework, MVC dll.
Other Languages,
seperti Java, C, C++. C# dll untuk memperluas wawasan dan memudahkan
anda porting third party API/ algorithma yang available ke actionscript.
CSS Design,
Skinning , Animations, Easing dan Effects, bisa jadi salah satu wilayah
yang abu-abu di Flex, jarang developer murni berurusan disini. Bila
anda enjoy dengan design dan interactive content mungkin cocok menjadi
sub-spesialisasi disini.
Tidak alergi dengan Konsep lingkungan Enterprise.
Sebisa mungkin perbanyaklah pengetahuan tentang konsep Enterprise di
Flex, siapa tahu nasib anda dimasa depan lebih baik, sehingga terdampar
di perusahaan bule yang berlevel enterprise. Di linkungan ini dari
sekarang sudah harus membiasakan diri dengan Test Driven Development (TDD) seperti FlexUnit framework, Continuous Integration (CI), Version Control, Localization framework, Messaging Services (AMF3, XML, SOAP, HTTP, RTMP / RTMPF) sampai ke SOA kalau perlu. [Gak apa- apa namanya juga belajar..
].
Loving Flash Player,
ini mutlak karena irama pergerakkan Flex tergantung dengan
feature-feature di Flash Player terbaru, sehingga dengan intens
mengikuti perkembangan Flash Player anda tahu di Flex versi berapa
Runtime Shared Library(RSL) available, Framework Cache, Protocol RTMPF,
UDP, Peer2peer Protocol, Sound Channel improvenment, Native 3D effect,
dan lainnya. Memang tidak perlu mengikuti semuanya, paling tidak kita
tetap focus ke spesialisasi kita, tapi dengan sedikit banyak tahu
perkembangan Flash Player terbaru siapa tahu anda menjadi Pioneer untuk
daerah baru yang belum terjamah Flex di platform Flash, seperti yang di
alami oleh Ribbit dengan VoIP-nya pada saat Flash Player 9 di release.
Sampai
saat ini Flash Player sudah mencapai versi 10 dengan installer kurang
dari 2MB tetapi sudah mampu menggerakkan framework setangguh Flex.
Dengan melihat kecepatan koneksi di jaman UMTS ini bila installer Flash
Player dimaafkan melebihi 3MB mestinya anda jangan cuma meletakkan satu
kaki di platform [ini]..